Tips & Tricks Habits sebagai Developer Ala Creator
Tips & Tricks Habits Developer
Menjadi developer bukan hanya soal menulis kode. Produktivitas, manajemen energi, dan konsistensi memainkan peran besar dalam kualitas pekerjaan. Berikut adalah kebiasaan yang saya lakukan setiap hari untuk tetap fokus dan produktif. Dari nomor 2 sampai 5 adalah referensi buku Atomic Habit, Buku itu cukup aku rekomendasikan jika ingin habit yang lebih stabil dan peningkatan.
1. Konsistensi Tiap Hari Meskipun Kecil
Konsistensi ialah kunci utama dari programmer. Jika konsistensimu rendah, maka ini yang harus diperbaiki dulu. Berikut adalah beberapa contoh yang saya manfaatkan untuk mempertahankan konsistensi:
- Biasakan tiap hari minimal 1 commit (satu fitur atau satu perbaikan). GitHub dapat tracking contribusi berdasarkan commit, sehinga konsistensimu akan terlihat di GitHub.
- Tentukan jam khusus untuk ngoding. Jangan menunggu ‘ada waktu’, karena otak kita sering menipu merasa sibuk padahal sebenarnya tidak.
- Prioritaskan target ngoding berdasarkan kebutuhan. Ini membantuk konsistensi karena memaksa kita membuat atau perbaikan fitur berdasarkan urgensi atau urutan goal yang harus selesai.
2. Make It Easier to Code
Buat untuk ngoding menjadi lebih mudah seperti akses nya atau prosesnya. Contoh yang saya terapkan dari konsep ini ialah:
- Menggunakan CLI dari VS Code, seperti
code <directory>. CLI itu sangat meningkatkan produktifitas karena lebih mudah dan cepat diakses daripada cara GUI. Terkait VS Code CLI akan saya bahas di blog terpisah. - Menggunakan shortcut-shortcut dari VS Code seperti CTRL + Shift +F, CTRL + D, kombinasi Tab dan Shift, bahkan copy paste pun ada triknya. Akan saya jabarkan terkait VS Code shortcut di blog terpisah.
- Gunakan ekstensi VS Code yang membantu dalam ngoding (tetapi untuk tahap belajar, sebisa mungkin kurangi AI, Assistent, dan Autocomplete). Lagi-lagi akan saya jelaskan di blog berikutnya.
- Pelajari git dan GitHub, kedua tools itu akan sangat membantu waktu ngoding bahkan kebanyakan kasus bisa jadi pahlawanmu.
3. Make It Fun to Code
Buat untuk waktu ngoding menjadi lebih menyenangkan. Contoh yang saya terapkan dari konsep ini ialah:
- Hanya dan hanya jika ngoding, saya boleh mendengarkan musik. Secara tidak langsung ini juga larangan untuk diri sendiri bahwa saya tidak boleh mendengarkan musik jika tidak sedang ngoding.
- Tambahkan ekstensi atau aplikasi imut waktu ngoding seperti ekstensi VS Code VS Code Pet, atau aplikasi Bongo Cat dari Steam.
4. Berikan Reward Setelah Ngoding
Setiap kali ngoding atau selesai ngoding, jadikan moment itu untuk apresiasi diri sendiri. Berikut ialah Contoh yang saya terapkan:
- Cara paling terasa ialah buat to do list per project. Misalnya ketika sudah selesai mengembangkan fitur A, maka tinggal centang fitur A dan melanjutkan fitur atau perbaikan lainnya. Meski simpel, itu sangat membantu untuk self reward sekaligus beban terasa lebih ringan.
- Buat dirimu ter-expose ke dunia luar, tunjukkan bahwa dirimu lagi ngoding atau hasil ngodingmu. Yang paling efektif ialah gunakan GitHub untuk memamerkan project yang sudah selesai atau on going serta konsistensikan GitHub contribute (Semakin Hijau = semakin enak dilihat mata). Gunakan ekstensi VS Code Discord Presence untuk expose ke Discord.
5. Kurangi dan Persulit Ditraksi
Supaya ngoding menjadi lebih fokus, ya pasti harus kurangi distraksi. Buat distraksi lebih sulit dan buat menjadi tidak menyenangkan. Sebagai contoh saya menerapkan beberapa hal berikut:
- Saat saya mahasiswa, saya selalu ngoding di kampus alih-alih rumah. Salah satu alasannya ialah distraksi. Jika ngoding di rumah pasti banyak gangguan seperti tidur atau scroll sesuatu di internet. Alhasil tiap kali selesai kelas di kampus, saya ngoding dulu minimal 1 pencapaian didapatkan sebelum pulang.
- Jika mau cara yang ampuh, beralihlah dari OS Windows / Mac ke OS Linux khusus ngoding dimana aktifitas lain seperti gaming akan sangat dipersulit. Sejak saya menggunakan dual boot (Linux & Windows), produktivitas saya meningkat karena akses game windows jadi lebih jarang. Ini tidak wajib, tapi opsi yang bisa kamu pertimbangkan jika ingin lingkungan yang lebih fokus.
6. Just Do, Make A Project
Best Practice sebagai programmer adalah learing by doing. Saya berani menjamin 100% bahwa kamu tidak akan mahir di bidang pemrograman jika tidak praktek sama sekali (modal teori). Saya memiliki beberapa tips untuk ini, contohnya:
- Ubah hobi mu menjadi project. Ini juga bisa diimplementasikan untuk belajar hal baru. Contohnya saya suka anime, jadi saya membuat aplikasi pribadi untuk menyimpan list anime yang kusuka dan karena saya lagi ingin belajar GraphQL, maka saya menerapkan GraphQL di project list anime ku.
- Selain hobi, bisa juga membuat project berdasarkan solusi di dunia nyata. Contohnya saya ingin membuat aplikasi yang terpercaya dalam hal keamanan blurring citra, maka lahirlah aplikasi Blur Platinum yang Memprioritaskan keamanan tinggi dalam pemrosesan gambar.
- Cara yang ketiga ini cukup profesional, yaitu jangan bergantung terhadap pihak ketiga entah itu aplikasi atau teknologi (make your own technologies/softwares). Cara ini sangat efektif karena semuanya harus belajar tetapi membutuhkan dedikasi waktu lebih banyak juga.
Rincian dari learning by doing akan saya jelaskan di blog berikutnya.
7. Learning By Teaching
Teknik ini bernama Teknik Feynman dimana untuk mengasah pemahaman, maka kita harus menjelaskan ke orang lain. Karena logikanya jika ingin mengajarkan ke orang lain, maka otomatis kita harus lebih paham. Contoh yang saya terapkan dari teknik ini ialah:
- Cari teman yang mana lagi membutuhkan atau kesulitan dalam belajar suatu teknologi misalnya. Kamu hadir selayaknya teman belajar, guru, ataupun mentor untuk mengajari orang lain terkait ilmu yang baru kamu kuasai (Dia dapat ilmu baru, kamu mengasah pemahamanmu. win win solution bukan?)
- Buat konten untuk mengajar seperti fundamental, tutorial, atau sekedar sharing-sharing. Tidak harus menjadi youtuber, contoh yang kuterapkan ialah membuat blog ini.
8. Gunakan AI Sebagai Partner
AI menjadi pedang bermata dua, jika digunakan dengan baik maka skill mu meningkat tinggi tetapi jika tidak justru sebaliknya. Berikut adalah beberapa tips dari learning by AI ini secara singkat:
- Hindari vibe coding. Jika ingin vibe coding, maka jangan copas alias ketik manual supaya muscle memory terisi dan otak masuk sedikit.
- Selalu tanyakan terkait sesuatu yang tidak dipahami yang keluar dari AI. Tetapi pastikan konfirmasi juga melalui sumber lain seperti dokumentasi atau komunitas.
- Boleh membuat project dari AI, tetapi setidaknya wajib paham dan harus ada campur tanganmu di project itu.
Rincian dari learning by AI akan saya jelaskan di blog berikutnya.
9. Prinsip Trade Off
Ini adalah prinsip buatanku sendiri (atau mungkin sudah ada tetapi saya tidak tau aja namanya), dimana prinsip ini menerapkan jika kita mengorbankan sesuatu, maka harus mendapatkan hasil atau keluaran yang setimpal atau lebih baik. Contoh penerapannya ialah:
- Belajar atau ngoding di kafe (jika punya uang). Terapkan prinsip trade off dimana waktu dan uang kalian harus ditebus dengan hasil ngoding atau belajar kalian. Jika tidak punya uang, coba di warkop atau taman atau dimanapun (termasuk kampus) asal ada akses listrik dan internet pastinya. Ini juga sekalian menerapkan mengurangi distraksi
Kesimpulan
Kebiasaan-kebiasaan kecil ini mungkin terlihat sederhana, tapi jika dilakukan konsisten setiap hari, dampaknya sangat besar terhadap produktivitas, kualitas kode, dan peningkatan diri.
Sebagai developer, kita sering fokus pada teknologi saja, tapi manajemen diri sama pentingnya dengan skill coding.
Catatan dari Penulis
Kebiasaan ini saya kembangkan dari pengalaman pribadi dan beberapa referensi. Kamu bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan sendiri. Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan.